Monday, August 8, 2011

.::: Alat-alat Kontrasepsi dan Cara Pakai Beserta Keuntungan Dan Kelemahannya :::.

Tools and How to Use Contraception and Its Advantages and disadvantage
Alat kontrasepsi sangat beragam. Untuk menentukan alat kontrasepsi apa yang akan digunakan sebaiknya dibicarakan dengan pasangan dan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Hal ini perlu untuk mengurangi ketidaknyamanan dalam melakukan hubungan seksual satu sama lain.

Ada berbagai macam alat kontrasepsi seperti kondom, pil, suntik hormon, spiral dan lainnya. Kadang orang bingung memilih alat kontrasepsi mana yang akan dipakai.

Metode kontrasepsi yang berbeda akan memberikan keuntungan yang berbeda dan juga kerugian dalam arti perasaan tidak nyaman dan risiko kesehatan lain yang juga berbeda.

Alat-alat kontrasepsi termasuk keuntungan dan kerugiannya seperti dilansir http://fakta-dan-unik.blogspot.com,

1. Pil kontrasepsi

Pil ini mengandung hormon yang bisa mencegah ovarium perempuan mengeluarkan sel telur sehingga mencegah kehamilan. Perempuan yang menggunakan kontrasepsi ini harus mengkonsumsi pil tersebut setiap hari, bahkan pada waktu yang sama setiap harinya.

Keuntungan:
Pil kontrasepsi merupakan alat kontrol kelahiran yang paling dapat dipercaya dan tetap tidak mengurangi sensasi terhadap pasangan.

Perempuan bisa tetap mendapatkan siklus menstruasi yang teratur dan bisa diprediksi, meskipun ada juga yang tidak mendapatkan siklus teratur.

Kelemahan:
Hormon yang terkandung dalam pil tersebut seperti estrogen dan progestin dapat menimbulkan efek samping, seperti keinginan seksual yang berubah, mual dan muntah.

Perempuan yang merokok sebaiknya tidak mengkonsumsi pil ini karena bisa meningkatkan peluang pengembangan kanker tertentu.

2. Spiral atau intrauterine device (IUD)

Pemakaiannya dengan memasukkan alat berbentuk T ini ke dalam rahim yang dilakukan oleh ginekolog, kontrasepsi ini hanya sekali pemasangannya.

Keuntungan:

IUD paling efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan untuk jangka waktu 5-10 tahun.
Selain paling efektif, metode ini sifatnya tidak permanen sehingga bisa dilepas jika ingin punya anak lagi.

Kelemahan:

Memiliki risiko infeksi jika terjadi kesalahan dalam pemasangan. Beberapa pengguna IUD juga mengalami perdarahan dan keram dalam beberapa bulan pertamanya.

3. Suntik Hormon

Suntik hormon dilakukan dengan cara melepaskan hormon ke dalam darah untuk mencegah ovulasi yang bisa mengakibatkan kehamilan. Kekurangan dari kontrasepsi ini adalah bisa menyebabkan iritasi ruam kulit, rasa tidak nyaman dan biasanya menyebabkan kenaikan berat badan.

4. Diafragma

Terbuat dari bahan karet yang fleksibel seperti mangkuk yang dipasang di atas leher rahim. Diafragma membuat sperma yang akan masuk ke rahim terhalang di leher rahim. Diafragma dipakai 6 jam sebelum berhubungan seks. Diafragma lebih efektif jika dipakai dengan gel spermisida (penonaktif sperma).

Setelah berhubungan seks diafragma setidaknya dibiarkan dalam vagina selama 6 jam tapi tidak boleh lebih dari 24 jam. Penggunaan diafragma terbilang repot. Perempuan yang ingin menggunakan diafragma harus dicocokkan dulu ukurannya oleh dokter kandungan. 

5. Kondom

Kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling murah, mudah didapat, bisa digunakan kapan saja dan mudah untuk digunakan. Namun, kondom mengurangi kenyamanan laki-laki.

6. Vasektomi

Vasektomi adalah kontrasepsi bedah untuk pria dengan cara memutus saluran spermanya. Operasi vasektomi menghambat saluran spermatozoa (vas deferens) yang membawa sperma keluar.

Operasi ini biasanya dilakukan di klinik atau rumah sakit dengan melibatkan pemotongan dan mengikat mati (cauterizing) saluran sperma, sehingga saat ejakulasi yang keluar hanya air mani (semen) tanpa kandungan sperma.


7. Tubektomi

Tubektomi adalah kontrasepsi bedah untuk perempuan yang mana saluran tubanya diblokir atau dihambat sehingga sel telur yang dikeluarkan tidak bisa masuk ke dalam rahim.


Untuk menghambatnya bisa dengan implan, klip atau cincin dengan cara memotong atau mengikat. Namun metode yang saat ini banyak dipakai adalah dengan menjepit kedua saluran tuba menggunakan klip atau cincin.